Cek10 orang introvert yang sukses dan terkenal di bawah ini! 1. J.K. Rowling. Pengarang Buku Harry Potter ini terkenal introvert di kalangan teman-teman dekatnya. Memang, sih, mereka yang berkarakter introvert sering merasa paling kreatif justru ketika sendirian dan berkutat sama imajinasinya.
ORANGINDONESIA SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA. 1. Reza Nurhilman (AXL) Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa Axl.
Simakprofil pengusaha muda sukses, Saptuari Sugiharto sang juragan Kedai Digital di bawah ini. Berbeda dengan generasi akhir 1990-an dan awal 2000-an yang umumnya terjun menjadi wirausahawan karena sulit mencari kerja akibat krisis ekonomi yang tengah melanda, generasi pengusaha muda berumur 20-an tahun saat ini tampak memiliki keyakinan diri
Saatorang lain memberikan kritikan, dia dengan senang hati menerima setiap masukan. Bahkan saat pendapatnya tidak diterima, dia tidak marah-marah dan mengeluarkan caci-maki pada orang lain. Jujur. Karakteristik wirausahawan yang jujur membuat semua orang senang bekerja sama karena orangnya dapat dipercaya.
Profilpengusaha sukses "kewirausahaan". 1. Li Ka Shing Li Ka Shing lahir di China pada tahun 1928, ia berasal dari keluarga miskin, dan ketika terjadi perang di Cina, ia harus pindah dari China ke HongKong, kemudian menumpang tinggal di rumah pamannya yang lebih kaya di Hongkong. Li selalu dianggap remeh oleh pamannya, sehingga Li bertekad
Sepuluh(10) Kepribadian Orang Sukses. "The best way to predict the future is to create it.". - Alan Kay. Suatu KESUKSESAN memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu.
. Gimana ya caranya biar sukses dan banyak uang? Pertanyaan ini sering banget diajukan orang-orang yang merasa hidupnya gitu-gitu aja. Padahal, jawabannya sederhana kok kerja keras. Boleh aja kamu ragu. Namun, dengan fakta emang benar ada orang yang sukses karena kerja keras, kamu masih gak percaya gitu? Gak perlu berlama-lama lagi, langsung aja yuk cari tahu siapa aja yang jadi orang sukses karena kerja keras. Berikut ulasannya. 1. Chairul Tanjung Chairul Tanjung waktuku Siapa coba yang gak kenal dengan sosok yang satu ini? Pria yang terkenal lewat buku Anak Singkong ini adalah salah satu pengusaha sukses dan kaya di Indonesia. Itu semua diraihnya berkat kerja keras lho. Bos dari Trans Corp ini dulu pernah merasakan yang namanya hidup susah. Menyadari kenyataan ini, Chairul sejak kuliah udah membiasakan diri buat survive. Dari buka usaha fotokopi di kampusnya dengan mesin sewaan, jual peralatan kedokteran, hingga kontraktor. Semuanya dia lakoni dengan kerja keras. Sayangnya, usaha-usahanya tersebut gak ada yang berjalan mulus. Namun, dasar mental baja, Chairul gak pernah nyerah gitu keras Chairul nyatanya gak sia-sia. Bermula dari usaha pabrik sepatu, hidup Chairul perlahan-lahan berubah. Bersama teman-temannya, Chairul bekerja keras membesarkan usahanya itu hingga produk-produknya bisa diekspor ke luar negeri. Gak cukup satu bisnis, Chairul mencoba peruntungan di berbagai bidang. Mulai dari pertelevisian, properti, hingga finansial. Beberapa udah terkenal gaungnya, seperti Trans TV, Trans 7, Bank Mega, dan Trans Studio. 2. Ciputra Ciputra swa Orang kaya yang satu ini dulu hidupnya berat banget. Bersama ibunya, Ciputra yang masih kecil banget berjualan kue buat mencukupi kebutuhan keluarga. Namun, kesulitan ekonomi yang dihadapinya gak pernah bikin semangat Ciputra buat bersekolah padam. Ia pun berhasil kuliah di Institut Teknologi Bandung ITB. Di sinilah Ciputra mencoba peruntungan di dunia bisnis. Bersama teman-temannya, Ciputra menjalankan usaha konsultan arsitektur bangunan sewaktu masih kuliah. Bersama teman-temannya, ia berhasil membangun Taman Impian Jaya Ancol, perumahan elite Pondok Indah, hingga kawasan elite Serpong. Tahun 1998, grup bisnisnya bisa dibilang hancur terlilit utang. Untungnya, kebijakan pemerintah memberikan kesempatan kepada Ciputra buat bangkit dari keterpurukan. Lagi-lagi Ciputra harus kerja keras merebut kembali kesuksesannya. Gak sia-sia, Ciputra Grup bangun lagi dan masih eksis hingga sekarang. 3. Bob Sadino Bob Sadino metrotvnews Meskipun udah tiada, sosok Bob Sadino tetap layak jadi inspirasi. Kakek tua yang nyeleneh dan identik dengan celana pendek ternyata merupakan sosok yang suka kerja keras. Bob Sadino pernah merasakan jatuh bangun hidup di ibu kota. Dari jadi kuli dengan upah Rp 100, pedagang telur, sopir taksi, hingga penjual daging olahan. Semua dilakukannya tanpa penyesalan sedikit pun. Buat Bob Sadino, yang penting action dulu. Karena itu, setiap hal yang dilakukannya gak pernah dipikirkan dulu. Eksekusi aja deh. Setelah kerja keras dengan berbagai pekerjaan, Bob Sadino akhirnya mendirikan usaha supermarket yang diberi nama Kem Chiks. Gak cuma itu. Bob Sadino juga mendirikan Kem Food yang memproduksi daging olahan dan Kem Fam yang bergerak di bidang agrikultur. Semua usahanya tersebut tergabung dalam Kem Group. 4. Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono biografiku Ada yang tahu siapa sosok di balik suksesnya Taksi Blue Bird? Dia adalah Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono. Gak ada yang menduga buat memiliki usaha taksi Blue Bird seperti sekarang Mutiara harus melalui lika-liku yang berat. Bersama suaminya, Mutiara menjalani hidup yang sederhana. Buat memenuhi kebutuhan, ia bekerja keras berjualan ke sana ke sini tanpa peduli pandangan orang lain. Sepeninggal suami, dengan berbekal dua mobil dari teman-teman suaminya, Mutiara punya ide mengembangkan usaha taksi. Setelah melewati perjuangan yang keras, usaha taksi Mutiara mendapat izin. Dari sinilah nama Blue Bird lahir. Namanya terinspirasi dongeng dari Eropa. Usaha taksi Blue Bird pun berkembang hingga menjadi besar seperti sekarang. 5. Susi Pudjiastuti Susi Pudjiastuti malangtoday Ibu yang satu ini pasti udah pada kenal. Menteri Kelautan dan Perikanan yang gemar merokok dan bertato ini punya kisah hidup yang patut jadi inspirasi. Susi mustahil bisa seperti sekarang kalau dulunya gak kerja keras. Saat banyak orang pengin sekolah setinggi-tingginya, Susi malah memutuskan berhenti aja karena pengin usaha. Dari usaha jualan baju dan bedcover, Susi kemudian melangkah dengan buka usaha jual beli ikan bermodalkan Rp 750 ribu. Karena kebetulan rumah tinggal merupakan daerah penghasil ikan, Susi melihat ada peluang yang bisa dimanfaatkannya. Awalnya Susi diragukan mampu sukses. Namun ia tetap bertahan dan terus kerja keras buat menyakinkan pembeli. Upaya yang dilakukannya tentu aja berbuah sukses. Ikan-ikan yang dijualnya disukai banyak orang. Gak cuma Jakarta, bahkan sampai ke luar negeri. Gak cukup sampai di situ, Susi juga membuka usaha penerbangan dengan nama Susi Air. Kerja keras Susi emang layak diacungi jempol. 6. Hotman Paris Hotman Paris Hutapea grid Pengacara yang satu ini namanya ramai jadi perbincangan karena konten pada akun Instagramnya. Di sana dia cukup ceplas-ceplos bicara banyak hal. Ia juga kerap memamerkan kekayaannya. Belum banyak yang tahu Hotman bisa seperti sekarang ya karena kerja keras. Walaupun berasal dari keluarga yang mapan di Sumatra Utara sana, Hotman Paris toh tetap menghabiskan masa muda buat kerja keras. Setiap hari ia bangun jam empat subuh dan mulai bekerja jam enam. Jam-jam segitu kalau orang biasa sih masih pada tidur ya. Kebiasaan kerja kerasnya udah dimulai sejak dia bekerja di Australia. Sampai sekarang ia masih terus menjalankan kebiasaan ini. Kini Hotman Paris dikenal sebagai sosok pengacara yang kaya raya. Dari mobil Lamborghini sampai properti, semua dimiliki pengacara yang dijuluki “The Most Dangerous Lawyer” ini. Kini kamu percaya kan kenapa kerja keras itu jadi faktor kenapa orang bisa sukses? Intinya, dalam setiap pekerjaan ataupun usaha yang kamu jalani, jangan pernah setengah-setengah. Kerja keras kamu mesti total sekalipun kadang menemui kendala.
0% found this document useful 0 votes54 views10 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes54 views10 pages3 Profil Orang Sukses Karna BekerjaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
1. Profil 3 orang sukses karena bekerja, antara lain a. Dwi Soetjipto Direktur Utama PT. Pertamina Dwi Soetjipto, lahir 10 November 1955 di Surabaya, Jawa Timur adalah seorang eksekutif Indonesia. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Indonesia, perusahaan induk usaha semen nasional dengan operasi pabrik terbesar di Asia Tenggara. Di bawah kepemimpinannya, PT Semen Indonesia mampu menyatukan Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa. Melalui kerja visionernya untuk memperluas operasi BUMN Indonesia di Asia, PT Semen Indonesia sudah membuka pabrik di negara Indonesia menjadi BUMN pertama yang berstatus multinasional multinational state-owned company setelah pembelian pabrik Thang Long di Hanoi Vietnam. Bahkan Pers dan komunitas korporasi di Hanoi, Vietnam, memberi nama bagi Dwi Soetjipto yaitu, Vu Van Qui atau Vu Vi Tho. Sebelumnya, Dwi menjabat sebagai Direktur Utama PT Semen Gresik Persero sejak tahun 2005, kemudian pada awal tahun 2013 PT Semen Gersik Persero resmi bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia Tbk. Tahun 2009, Dwi Soetjipto meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Strategis dari Universitas Indonesia UI. Sebelumnya menyandang gelar Magister Manajemen dari Universitas Andalas Padang, dan gelar Insinyur dari Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS, Surabaya. Untuk prestasi kepemimpinannya sebagai eksekutif korporasi dan sumbangsih terhadap pembangunan almamaternya, ia pernah dinobatkan sebagai alumnus terbaik dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember IKA-ITS. b. Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati adalah seorang wanita yang berpengaruh dalam bidang ekonomi di Indonesia. Sri Mulyani lahir di Tanjungkarang, Lampung, 26 Agustus 1962. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia LPEM FEUI sejak Juni 1998. Ia kemudian dipercaya oleh Presiden SBY untuk menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 5 Desember 2005 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan Reshuffle kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sebelum diangkat menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu, Sri Mulyani hijrah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, sebagai konsultan di USAid sejak Agustus 2001 dalam rangka kerjasama untuk memperkuat institusi di daerah. Yaitu, memberikan beasiswa S-2 untuk pengajar universitas di daerah. Disana ia banyak memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana mendesain program S-2 untuk pendidikan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Di samping itu, ia juga mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di Georgia University serta banyak melakukan riset dan menulis buku. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr, Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober. Sri Mulyani Indrawati atau akrab dengan panggilan Mbak Ani, adalah seorang ekonom yang sering tampil di panggung-panggung seminar atau dikutip di berbagai media massa. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia FE-UI ini juga sempat aktif menjadi penasehat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional DEN pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Seperti halnya di Indonesia, di Amerika ia juga sering mengikuti seminar, tetapi lebih banyak masalah internasional daripada di Indonesia. Pada awal Oktober 2002, Sri Mulyani terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional IMF mewakili 12 negara di Asia Tenggara South East Asia/SEA Group. Sejak 1 November 2002, ia mewakili 12 negara anggota SEA Group di IMF. Tugasnya sebagai executive director terkait dengan pengambilan keputusan. Untuk menentukan berbagai program dan keputusan yang harus diambil IMF. Jadi ia tidak hanya mewakili kepentingan Indonesia, namun mewakili kepentingan negara-negara anggota di lembaga IMF maupun forum internasional yang relevan. c. Sudirman Said Menteri ESDM Republik Indonesia Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Kerja Jokowi JK 2014-2019, baru saja dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 27 Oktober 2014, beliau adalah seorang yang populer sebagai akuntan penggiat anti-korupsi. Lahir di Brebes, Jawa Tengah, pada tanggal 16 April 1963, Sudirman Said cukup matang di ranah pertambangan. Karirnya yang cemerlang sebagai pekerja rehabilitasi kawasan bencana, eksekutif di industri minyak dan gas, serta direktur utama perusahaan senjata nasional. Sudirman bukanlah sosok baru di jajaran pemerintahan. Beliau pernah menduduki beberapa posisi fundamental dalam perjalanan karirnya, di antaranya Direktur Utama PT Pindad pada 4 Juni 2014. Beliau juga pernah dipercaya sebagai Wakil Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Group Chief of Human Capital and Corporate Services di PT Indika Energy Tbk, dan Direktur Human Capital di Petrosea 2009-2010. Selain itu, Sudirman juga pernah menjabat sebagai Executive Director Asia-Pacific Economic Cooperation APEC CEO Summit 2013. Citra sebagai tokoh anti korupsi telah melekat pada dirinya. Sudirman Said adalah salah seorang pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia MTI dan Indonesia Institute for Corporate Governance IICG. Ia juga pernah ditunjuk sebagai penanggung jawab sementara Rektor Universitas Paramadina. Hadirnya Sudirman sebagai salah satu kandidat calon Menteri ESDM pekan lalu cukup mengejutkan. Namanya baru muncul pada hari pengumuman kabinet. Sejumlah calon kuat Menteri ESDM yang disebut-sebut sebelumnya antara lain mantan Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Hardjapamekas, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Dirut PT PGN Tbk Hendi P Santoso, dan Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Persero Hanung Budya. Sudirman Said Menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Pendidikan Diploma pada tahun 1984 dan juga pendidikan Sarjana tahun 1990. Pada tahun 1994, Sudirman Said meneruskan di George Washington University, Washington DC, USA untuk program Master of Business Administration, Majoring in Human Resources Management and Organizational Behavior & Development. Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama di PT Pindad Persero, Sudirman Said sudah berpengalaman di beragam institusi dan juga perusahaan. Pada era tahun 2003-2005, Sudirman Said menjabat selaku Direktur Keuangan & Admin, PT Petrokimia Nusantara Interindo. Beliau juga pernah menjabat sejumlah posisi di PT Pertamina Persero, salah satunya adalah Staf Pakar Direktur Utama 2007-2008. Awal mula semakin menanjaknya karir Sudirman ialah saat Ia dipercaya menjadi Staf Ahli Dirut Pertamina pada era Ari Soemarno. Selanjutnya, Ia dipercaya sebagai Sekretaris Perusahaan, sebelum menduduki posisi strategis sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain ISC. Pria berkumis tersebut juga pernah menjabat Wakil Dirut PT Petrosea Tbk dan Group Chief of Human Capital and Corporate Services di PT Indika Energy Tbk. Kedua perusahaan terbuka tersebut bergerak di bidang energi dan pertambangan. Pada tahun 2005, Sudirman terlibat dalam Rekonstruksi Pasca Tsunami untuk Aceh dan Nias selama tiga tahun sebagai Deputi Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BRR Aceh-Nias, Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia. Saat Sudirman kembali bergabung dengan Indika Energy Group, beliau terlibat dalam Transformasi PT Pertamina Persero dengan tugas membenahi fungsi Sekretaris Perusahaan 2008 dan Supply Chain Management 2008-2009. Alumni Universitas George Washington ini juga berpengalaman sebagai Dewan Pengurus Nasional, Ikatan Akuntan Indonesia IAI. Karir Sudirman Said di bidang energi dan sumber daya mineral pun cukup mentereng. Ia pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Pertamina hingga Koordinator Restrukturisasi Aset dan Anak Usaha Pertamina. Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Human Capital PT Petrosea Tbk dan Wakil Direktur Utama PT Petrosea, lalu berlanjut menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad yang bergerak di bidang persenjataan atas rekomendasi Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Sudirman Said pernah pula menjadi Executive Director APEC CEO Summit 2013 yang digelar pada 1-8 Oktober 2013 di Bali. 2. Profil 3 orang sukses karena wirausaha, antara lain a. Rangga Umara Pendiri Pecel Lele Lela Rangga Umara memutuskan berhenti bekerja di kantornya di perusahaan property Jakarta saat kebutuhan hidupnya mulai meninggi. Menurut dia, karyawan apapun tidak menjadikan seseorang kaya. Jadi, memiliki usaha sendiri merupakan satu-satunya jalan untuk menjadi kaya. Ia lalu pindah haluan. Karena terbawa oleh hobinya yang doyan makan, Rangga mendirikan warung pecel lele. Pecel lele makanan khas Indonesia, mudah dijumpai, namun belum banyak yang berani tampil beda. Selama ini kebanyakan warung lele tampilannya begitu-begitu saja. Pada 2007, Rangga membuka usaha pecel lele pertamanya di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Modalnya didapat dari hasil menjual jam tangan, handphone, parfum, dan alat penggetar perut yang ada di rumah. Totalnya Rp 3 juta. Ia lantas menggandeng temannya yang pintar meracik bumbu. Gerai pertamanya menempati bangunan berukuran 2×3 meter. Namanya Lele Lela. Kata lela’ adalah akronim dari lebih laku atau lebih laris’. Rangga punya konsep untuk mewujudkan nama itu. Tempat harus nyaman, orang datang tak sekadar makan, tapi juga menikmati suasana. Usaha warung lele itu tidak serta merta berkembang. Pada rentang 2007-2008 Rangga mengalami periode yang berat. Ia terlilit utang kepada rentenir. Keuntungannya habis untuk membayar sewa. Enam cabang pertamanya harus ditutup. Keuangan keluarganya makin minus sampai-sampai Rangga bersama istrinya, Siti Umairah, serta anak mereka diusir keluar dari kontrakan karena tidak mampu membayar lagi. Meski begitu Rangga tetap konsisten. Olehan lele dikembangkannya disertai standar operasi pelayanan yang dibuat unik. Misalnya, setiap pengunjung Lele Lela disambut dengan ucapan selamat pagi’ dalam intonasi yang bersemangat. Setiap pengunjung yang meninggalkan gerai pun mendapat ucapan terima kasih, selamat datang kembali!’ Sekarang, pria kelahiran 1979 itu mempunyai 42 cabang Lele Lela se-Indonesia dengan omset Rp 4,8 milyar per bulan. Mereka menyediakan makan gratis bagi yang sedang berulang tahun dan bagi pengunjung yang bernama Lela. Kesuksesan Rangga rupanya bermula ketika ia menuliskan obsesi, ambisi, dan impian yang ingin diraihnya dalam sebuah buku yang ia sebut dream book. Tidak hanya menuliskan keinginan, Rangga juga menuliskan usaha untuk mencapainya serta target keuntungan. Lewat dream book itu Rangga mengumpulkan semangat dan menarik energi positif agar impiannya tercapai. Kini, ayah dua anak tersebut sedang berupaya mewujudkan impian lain, yakni membuka cabang Lele Lela di Mekah. b. Adi Pramudya Pengusaha Pertanian Adi Pramudya merupakan seorang pengusaha bisnis pertanian yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses di usia 22 tahun. Pria yang berasal dari daerah Pati Propinsi Jawa Tengah ini menjadi tokoh inspiratif bagi para petani di tanah air dan bagi siapapun yang mau terjun memulai usaha bidang agribisnis. Dimana pengusaha muda ini sukses dari sebuah ide sederhana yakni usaha menanam berbagai bumbu dapur atau rempah-rempah. Rempah-rempah selalu dibutuhkan orang dan dibeli orang sebagai salah satu kebutuhan utama setiap rumah tangga. Bukan hanya dibutuhkan setiap rumah tangga, akan tetapi dibutuhkan oleh berbagai industri kuliner di sejumlah daerah di Indonesia. Nah, pria yang ramah ini mampu melihat peluang usaha ini dan menjadikannya sebuah bisnis yang menguntungkan. Suatu waktu, Adi begitu akrab ia disapa menemukan sebuah tanah kosong seluas 5 hektare di sekitar Bogor. Dan mengubahnya menjadi areal pertanian khusus rempah-rempah. Dimana setiap satu hektare tanah yang ditanami kencur, lengkuas, dan kunyit dapat menghasilkan 35 sampai 40 ton rempah-rempah. Sehingga setiap musim panen, Adi Pramudya mampu meraih keuntungan lebih dari Rp. 300 juta. Pendek kata, usaha bertani rempah-rempah atau bumbu dapur yang dikelola Adi berkembang pesat sehingga pria yang pekerja keras ini pada tahun 2012 mendirikan perusahaan pertanian bernama CV Anugerah Adi. Berbagai prestasi dan penghargaan telah Adi dapatkan dari jiwa wirausaha bertanam rempah-rempah. Salah satunya Adi Pramudya meraih juara pertama lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pria yang supel dan dermawan ini mengakui kesuksesannya selama ini tidak didapat secara mudah dan instant, melainkan harus melalui berbagai proses perjuangan. Menurutnya, jika seseorang ingin menjadi pengusaha yang berhasil maka ia harus memiliki jiwa pantang menyerah seperti halnya dirinya. Dimana Adi mengakui sebelum memulai usaha bertanam rempah, ia menjalankan usaha menanam singkong. Namun ternyata usahanya gagal karena harga singkong di pasar sangat murah perkg membuat ia memiliki sedikit keuntungan sekitar Rp. 5 juta sekali panen. Hal tersebut tidak menyurutkan langkah Adi untuk menekuni usaha agribisnis. Kemudian ia bertanam rempah-rempah yang untungnya berlipat-lipat. Usaha pertanian rempah-rempah sangat kecil kemungkinan terjadinya gagal panen dan perawatannya mudah sekali. c. Yohanes Auri Pengusaha di Bidang Desain Grafis Yohanes Auri atau yang biasa disapa dengan nama Auri merupakan salah satu pengusaha muda yang sukses mengembangkan bisnisnya di bidang desain grafis. Dengan kerja keras, sikap profesionalisme, dan strategi pemasaran yang tepat, Auri telah berhasil mencapai omset hingga milyaran rupiah dari bisnis yang dikelolanya tersebut. Sejak masih menjadi mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, pria kelahiran 8 Februari 1985 tersebut sudah melakoni kerja paruh waktu yang berkaitan dengan desain grafis seperti misalnya mendesain logo, brosur, dan profil perusahaan. Selain itu, Auri juga mencari berbagai pekerjaan desain di perusahaan-perusahaan sekaligus memperbanyak portofolio yang dimiliki. Setelah memperoleh beberapa pengalaman dari pekerjaannya tersebut, Auri mulai menjalankan usahanya sendiri dengan mengubah kamar tidurnya menjadi kantor pribadi yang dilengkapi sebuah komputer Pentium III. Auri mmberi nama usahanya tersebut Flux Design yang bermakna perubahan ke arah yang lebih baik secara terus menerus. Dengan nama tersebut dirinya berharap usahanya akan terus dapat berkembang. Usaha Flux Design tersebut berawal dari kegigihan Auri dalam mendapatkan sebuah pekerjaan. Pada 2006, Auri menamatkan kuliahnya. Namun Auri tidak kunjung memperoleh pekerjaan di bidang desain. Berkat doa, kerja keras, dan kesabarannya, akhirnya Auri mendapat proyek pertamanya pada 26 Januari 2006 dari perusahaan asosiasi banking. Auri juga pernah membuat desain majalah yang berhasil menarik perhatian salah satu pengurus Certificate Wealth Manager Association CMWA. Karena hal itulah Auri pun mendapatkan proyek pembuatan desain undangan dan buku kelulusan dengan omset bernilai 20 juta rupiah. Pada tahun 2010 Auri mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri WMM. Dari situlah Auri memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berharga seperti bagaimana cara mengembangkan usaha secara kreatif dan profesional. Tidak lupa Auri menerapkannya pada usaha Flux Design yang didirikannya. Oleh karena itu, kini usahanya tersebut semakin berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan desain grafis terbaik di Indonesia serta dikenal sampai ke manca negara. Mengikuti kesuksesan yang dicapai Flux Design, Auri juga membuka usaha lainnya, yakni usaha digital printing yang dinamai Harapannya, dengan usaha tersebut akan bisa meminimalisir biaya percetakan desain sehingga perputaran modal menjadi lebih cepat. Untuk ke depannya, Auri berencana mengikutsertakan Flux Design dalam berbagai pameran desain di luar negeri. Selain itu, pada 2015, Auri menargetkan untuk memindahkan lokasi usahanya ke gedung perkantoran. 3. Perbandingan karakter Tokoh-tokoh diatas, antara lain a. Karakter Pekerja 1. Menyelesaikan saja tugasnya sendiri, hal lain bukan menjadi tanggung jawabnya. 2. Takut gagal dan berbuat kesalahan 3. Menyukai kenyaman rutinitas/tugas yang telah dikenal dan sulit menerima perubahan. b. Karakter Pengusaha 1. Bertanggung jawab terhadap kesalahan dan perubahan guna menjadikannya lebih baik. 2. berani mengambil resiko dan menerima kegagalan serta berani membuat kesalahan karena dengan cara itulah saya belajar. 3. Berani Menantang norma yang berlaku. 4. Memikirkan dan melakukan segala sesuatu secara berbeda. Lebih baik hancur ketika sedang berupaya daripada bersantai-santai dengan hasil yang sedang-sedang saja. 5. Ciptakanlah sesuatu. Berpikirlah ke depan dan ambillah inisiatif. Anggaplah masalah sebagai tantangan. 6. Menikmati perubahan dan tantangan yang terus-menerus terjadi agar segala sesuatu menjadi lebih baik-bahkan memutar balik situasi. 4. Karakter yang ingin saya miliki Karakter yang ingin saya miliki berdasarkan tokoh-tokoh tersebut diatas antara lain pantang menyerah, gigih, pekerja keras, dan memiliki mental yang kuat. Saya juga ingin menjadi pribadi yang memiliki keingin tahuan yang besar dan juga senang mencoba hal-hal yang baru. Alasan saya memilih karakter-karakter diatas antara lain dalam melakukan suatu pekerjaan atau usaha tidak terlepas dari jatuh bangunnya karir kita sendiri. Oleh sebab itu, apabila kita memiliki karakter yang buruk tentunya akan menghambat perjalanan karir kita. Segala sesuatunya dilakukan dari bawah maka dari itu saya ingin memiliki karakter-karakter seperti yang disebutkan diatas. Sumber
0% found this document useful 0 votes46 views8 pagesOriginal TitleProfil orang sukses bekerja dan berwirausahaCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes46 views8 pagesProfil Orang Sukses Bekerja Dan BerwirausahaOriginal TitleProfil orang sukses bekerja dan berwirausahaJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
NAMA LILIS RAHAYU NIM 14080314073 KELAS PAP 14 A 3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA WIRAUSAHA berawal dari hoby meity Amelia sukses sebagai pengusaha bakery Meity Amelia lahir di kota kecil di Gorontalo, 50 tahun lalu. Waktu itu daerahnya sepi dan tidak banyak orang yang menjual makanan. Setiap sore, Sang Mama selalu membut kue-kue untuk kedua anaknya. Awalnya ia hanya bisa melihat dan membantu mengambilkan alat atau bahannya saja. Tapi lama-kelamaan, ia ikut mengaduk adonan, mencetak dan membakar atau menggorengnya. Karena seringnya membantu, sejak masuk sekolah dasar SD, ia sudah bisa membuat puding dan roti goreng sendiri. “Rasanya puas bisa membuat roti goreng sendiri dan dinikmati sendiri,” jelas Meity. Jadi ketika teman-teman sebayanya senang bermain-main di luar rumah, ia berada di dapur membantu mamanya memasak atau membuat kue sendiri. Selain belajar membuat aneka cake dan masakan, ia juga sudah diajari bisnis oleh orang tuanya. Ketika menginjak kelas 3 SD, ia sudah berani menjual permen dari gula merah di sekolahnya. Karena rasanya enak dan murah, dagangannya selalu habis dibeli teman-temannya. ”Permen gula merah saya buat sendiri, jadi keuntungannya jadi lebih besar,” jelas ibu 6 anak ini. Keahlian membuat cake makin bertambah ketika ia menginjak sekolah menengah pertama SMP. Ia suka membeli majalah atau buku tentang resep dan masakan. Tidak hanya dibaca saja, tetapi ia juga senang mempraktikannya di rumah. Hasilnya, ia sering sekali menghadiahi teman-teman atau ponakan dengan tart. ”Kalau pas ada perayaan atau ada teman atau keponakan ulang tahun, saya sering memberi hadiah kue atau tart buatan sendiri,” jelas istri Suryo Hadisantoso ini. Ia juga pernah membantu usaha kakak iparnya membuat kue kering Proses belajar yang panjang, serta pengalaman yang banyak membuat kue dan cake, ternyata sangat berguna ketika ia menjalankan bisnis cake di Jakarta. Tahun 1993, ia membuka Grandville Island, Bakery dan Cake Shop di komplek pertokoan Greenville, Jakarta Barat. Waktu itu modalnya hanya 1 mikser kecil, 1 oven biasa, 1 meja dan 1 lemari pendingin. Perlahan tapi pasti, ia mulai mendapatkan pelanggan. ”Motto kami adalah kualitas di atas kuantitas,” jelasnya. Untuk itu ia benar-benar memperhatikan kualitas bahan, penampilan, dan rasa Kelebihan dari cake atau kue buatannya adalah ia selalu memperhatian detail dan membuatnya lebih artistis. Kalau pelukis menuangkan ide atau gagasannya melalui kain atau kertas, Meity menuangkannya lewat cake atau kue yang ia buat. ”Saya selalu berusaha membuat cake atau kue menjadi lebih cantik dan indah,” jelas Meity yang memang jago menghias cake ini. Karena makin lama pesanan makin banyak, ia mengambil karyawan untuk membantunya. Sekarang ini ia dibantu 13 karyawan. ”Tapi kalau mendekati Lebaran, Natal atau hari raya lainnya, saya bisa dibantu 30 karyawan,” jelas Meity yang sampai sekarang masih rajin ikut kursus membuat cake dan kue. Baginya, belajar merupakan keharusan jika ingin produknya terus didatangi pelanggan Selain kue kering, ia juga menerima pesanan aneka tart untuk segala keperluan, aneka snack, dan roti. Lebih dari 60 jenis cake yang ia produksi antara lain blackforest, tiramisu, havana cake, sultana butter, caramel nut, cruncy drop’s dan masih banyak lagi. Beberapa pejabat dan artis pernah merasakan kelezatan cake buatannya. ”Taufik Hidayat pernah pesan tart untuk ulang tahun anaknya,” jelas Bendahara Asosiasi Bakery Indonesia ini. Ada beberapa tips untuk mereka yang ingin memulai usaha makanan. Pertama, kerjakan dengan kesungguhan hati dan ikhlas. Jangan pernah menggerutu dengan apa yang ia kerjakan. Kedua, jangan malas belajar entah dengan mengikuti kursus atau membaca buku. ”Ketiga, terus jaga kualitas dan selalu buat inovasi baru,” tegas Meity. Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77, ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan mempertahankan pasar dalam negeri, kini produk es teller 77 merupakan salah satu bisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional. Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya di India, Jeddah dan Arab Saudi. Terinspirasi dari sang mertua Ibu Murniati Widjaja yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno teler di emperan toko dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli 1982 ini, ternyata bukan peluang bisnis yang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang bisnis seperti menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan. Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini. Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang. Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di Indonesia bahkan hingga mancanegara Kunci sukses es teller 77 Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari. Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77. Atas kerjakeras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. Puspo Wardoyo, merintis waralaba Ayam Bakar Wong Solo hingga menjadi sebesar sekarang ini dari titik paling bawah. Ia pernah menjajakan ayam bakar di kaki lima. Sejak kecil Puspo sudah terbiasa berurusan dengan ayam. Orangtuanya penjaja ayam. Pagi hari, Puspo kecil membantu menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, ia membantu orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lainnya di warung milik orangtuanya di dekat kampus UNS Solo. Impian itu sendiri terinpirasi oleh cerita seorang pedagang bakso yang sukses mengarungi hidup di Medan. Ketika pria kelahiran 30 November 1957 itu tengah merintis usaha warung lesehan di Solo selepas mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil, suatu saat pedagang bakso asal Solo tersebut bertandang ke tempat Puspo. Dia bercerita bahwa peluang usaha warung makan di Medan sangat bagus. Pedagang bakso itu telah membuktikannya. Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan bersih di akhir tahun 1990 itu sekitar Rp Dari keuntungan berjualan bakso dengan gerobak sorong itulah teman Puspo ini bisa pulang menengok kampung halamannya di Solo setiap bulan. "Dengan uang, jarak antara Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang, " kata Puspoyo menirukan ucapan temannya tadi. Wajar saja jika dengan pesawat terbang waktu tempuh antara MedanSolo Berganti pesawat di Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Sementara dengan naik bis jarak antara SoloSemarang ditempuh sekitar empat jam. Cerita sukses temannya itu begitu membekas di benak Puspo. "Saya bertekad bulat akan merantau ke Medan, " pikirnya. Untuk mewujudkan keinginannya itu, apa boleh buat, warung makan yang termasuk perintis warung lesehan di kota pusat kebudayaan Jawa itu pun ia jual kepada temannya. Uang hasil penjualan yang tak seberapa itu ia manfaatkan untuk membeli tiket bus ke Jakarta. Mengapa Jakarta? "Karena dengan uang yang saya miliki, bekal saya belum cukup untuk merantau ke Medan, " katanya. Ketika tengah merantau di ibu kota itu, suatu hari Puspo membaca lowongan pekerjaan sebagai guru di sebuah perguruan bernama DR Wahidin di Bagan Siapiapi, Sumatera Utara. Apa boleh buat, demi mewujudkan citacitanya, ia berusaha mengumpulkan modal dengan kembali menjadi guru. Bedanya, kali ini ia tidak lagi menjadi pegawai negeri seperti sebelumnya ketika menjadi staf pengajar mata pelajaran Pendidikan Seni di SMA Negeri Muntilan, Kabupaten Magelang. "Target saya cuma dua tahun menjadi guru lagi," katanya. Di sinilah anak pasangan Sugiman Suki ini ketemu dengan isteri pertamanya Rini Purwanti yang sama-sama menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut. Dua tahun menjadi guru ia berhasil mengumpulkan tabungan senilai Rp 000. Dengan uang inilah keinginannya menaklukkan kota Medan tak terbendung lagi. Uang tabungan itu sebagian ia gunakan untuk menyewa rumah dan membeli sebuah motor Vespa butut. Masih ada sisa Rp yang kemudian ia manfaatkan sebagai modal membangun warung kaki Lima di bilangan Polonia Medan. Disini ia menyewa lahan 4x4 meter persegi seharga Rp per hari. Suatu saat pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. Siapa sangka jika dari sebuah warung kecil ini kemudian melahirkan sebuah usaha jaringan rumah makan yang cukup kondang di seantero Medan. Impian untuk menaklukkan "jarak" Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang pun menjadi kenyataan. Bukan itu saja, penilaian atas prestasi bisnis yang dirintis Puspo lebih jauh melewati impian yang ia tinggalkan sebelumnnya. Dari ibu kota Sumatera Utara ini nanti Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Wong Solo melejit ke pentas bisnis nasional. Belakangan ini nama Wong Solo semakin berkibarkibar setelah berhasil menaklukkan Jakarta setelah sebelumnva "mengapung" dari daerah pinggiran. Dalam waktu relatif singkat kehadiran Wong Solo telah merengsek dan menanamkan tonggaktonggak bisnisnya di pusat kota metropolis ini. Ekspansinya pun semakin tak tertahankan dengan memasuki berbagai kota besar di Indonesia. Fenomena Wong Solo mengundang decak kekaguman berbagai kalangan dari pejabat pemerintah, para pelaku bisnis hingga para pengamat. Hampir semua outletnya di Jakarta selalu sesak pengunjung, terutama di akhir pekan dan hari libur. Bahkan ketika bulan Ramadhan kemarin, semua outlet tersebut membatasi jumlah pengunjung saat berbuka puasa. Skala usaha Wong Solo itu memang belum sekelas para konglomerat masa lalu yang dengan enteng menyebut angka aset, omset atau keuntungan per tahun yang triliunan rupiah. "usaha saya memang belum kelas triliunan seperti para konglomerat yang kaya utang itu," paparnya. Kendati masih tergolong usaha menengah, namun kinerja wong Solo sangat solid dan tak punya beban utang. Ia memiliki pondasi kuat untuk terus berkembang. Untuk mewujudkan mimpimimpinya, ayah sembilan anak dari empat istri ini telah melewati rute perjalanan yang berlikaliku lengkap dengan segala tantangannya. Ada masa ketika di waktuwaktu awal merintis usaha di Medan ia nyaris patah semangat garagara selama berhari-hari tak pernah meraih untung. Hanya berjualan dua atau tiga ekor ayam bakar plus nasi, terkadang dalam satu hari tak seekor pun yang laku. Pernah pula seluruh dagangannya yang telah dimasak di rumah tumpah di tengah jalan karena jalanan licin sehabis hujan. "Apa boleh buat, saya terpaksa pulang dan memasak lagi". katanya. Istrinya yang tak sabar melihat lambannya usaha Puspo bahkan sempat memberi tahu ayahnya agar memberitahu ayahnya agar mempengaruhi Puspo supaya tak berjualan ayam bakar lagi. "Mertua saya bilang, kapan kamu akan tobat," katanya menirukan ucapan sang mertua. Pada awal perantauannya ke Medan, Puspo wardoyo, sama sekali tak menyangka jika usaha warung ayam bakar “Wong Solo” akan berkembang seperi sekarang. Maklum, rumah makan yang dibukanya hanyalah sebuah warung berukuran sekitar 3x4 meter di dekat bandara Polonia, Medan. Setahun pertama dia hanya mampu menjual 3 ekor ayam per hari yang dibagibagi menjadi beberapa potong. Harga jual per potongnya Rp plus sepiring nasi. Di tahun kedua, naik menjadi 10 ekor ayam per hari Namun sekarang, 13 tahun kemudian, di memiliki lebih dari 16 cabang tersebar di medan, Banda Aceh, Padang, Solo, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, Jakarta, Malang dan Yogyakarta meskipun masih mengandalkan ayam bakar, namun menunya kini makin beragam hingga 100 jenis. Sudah terbiasa bagi Wardoyo untuk menyisihkan 10 % dari keuntungannya untuk amal. Dia percaya, Tuhan akan memperkaya orang yang banyak beramal. Maka jangan heran bila Anda kebetulan mampir di salah satu rumah makannya menyaksikan karyawannya sedang berkerumun di saat menjelang atau usai jam kerja. Mereka sedang melaksanakan ibadah “kultum” atau kuliah tujuh menit. 3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA PEKERJA KERAS Dahlan Iskan lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 61 tahun, adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tangga l 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar. Awal karier Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Jawa Pos Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network JPNN, salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo FIC yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut SKKL pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik kilometer. Perusahaaan Listrik Negara PLN Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Menteri Badan Usaha Milik Negara Menteri BUMN Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagaipengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN. Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing penyusutan jumlah sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana initial public offering/IPO di lantai bursa. Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN. Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang pengalaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya. sumber 2. I. G. N. Anom Berawal Dari Tukang Cuci Mobil I. G. N. Anom Bila Anda ke Bali, satu diantara sentra penjualan oleh-oleh yang sangatlah popular disana yaitu Krisna. Namun tahukah Anda bahwasanya yang memiliki toko yang senantiasa ramai itu yaitu seseorang pria yang pendidikannya cuma SMP? Ya! I. G. N. Anom namanya, atau mungkin lebih akrab di panggil Ajik Anom. Lini usaha Krisna sekarang ini bahkan juga telah merambah ke bidang lain, yakni rumah makan, property, spa, sampai penyewaan mobil elegan. Anom yaitu perantau di Denpasar. Aslinya dari Singaraja. Dia merantau karena orangtua tidak dapat membiayai sekolahnya. Anom bekerja serabutan di Denpasar, sebatas untuk makan. Dimulai dari tukang bersihkan mobil hingga buruh konfeksi. Makin lama, dia berhasil jadi yang memiliki usaha tekstil serta pada akhirnya membangun toko oleh-oleh Krisna. Rencananya simpel. Pusat oleh-oleh didirikan di dekat pusat kesenian. Setiap toko mesti mempunyai parkir yang luas agar pelanggan senang. Inspirasi karyawan tidak dinafikan hingga mereka kerasan bekerja disana. Keseluruhan, Anom telah mempunyai 1. 500 karyawan di belasan outlet Krisna. 3. Tri Sumono-Tukang Sapu Yang Menjadi Miliuner Roda itu berputar, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Begitulah kehidupan ini. Kiasan ini pas sekali untuk menggambarkan apa yang telah dialami Pak Tri dan keluarganya. Tri Sumono adalah seorang pengusaha yang memiliki berbagai usaha yaitu peternakan, perkebunan jahe, pertanian padi dan masih banyak lagi. Memang usaha Pak Tri belumlah sebesar Yusuf Kalla atau Aburizak Bakrie namun patut diacungi jempol. Melalui CV 3 Jaya miliknya, ia bermetamorfosa dari seorang tukang sapu menjadi seorang pengusaha yang terbilang cukup sukses. Tri Sumono dilahirkan di Gunung Kidul tanggal 7 Mei 1973. Ia hanyalah seorang lulusan SMA. Tri Sumono lalu hijrah ke Jakarta dengan harapan dapat memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Dengan berbekal ijazah SMA dan beberapa kaos di tas ia mencari pekerjaan di Jakarta. Ia sadar bahwa lulusan SMA tak mungkin bisa bekerja di kantoran. Sesampainya di Jakarta ia menerima pekerjaan apapun agar bisa membeli makanan. Ia menjadi kuli bangunan di Ciledug-Jakarta Selatan. Hanya beberapa bulan saja ia bisa bertahan sebagai buruh kasar. Kemudian ia mendapat tawaran bekerja sebagai tukang sapu di sebuah kantor di Palmerah – Jakarta Barat. Sebagai tukang sapu tentu lebih ringan dari pada sebagai kuli bangunan. Karena kerajinannya dalam bekerja, ia kemudian diangkat menjadi office boy. Tri Sumono termasuk orang yang gemar bersyukur sehingga nikmatnya selalu ditambah oleh yang Maha Kuasa. Tak perlu menunggu waktu lama, Tri Sumono kemudian diangkat menjadi tenaga pemasar hingga menjadi penanggungjawab di gudang. Ia juga seorang yang ulet. Ketika hari libur, ia mencari penghasilan tambahan dengan menjual aksesoris seperti jepit rambut dan kalung di Stadion Gelora Bung Karno. Pak Tri melakukan ini selama 4 tahun dengan bermodal uang 100 ribu rupiah. Memutuskan Menjadi Pengusaha Saat berjualan tersebut ia berfikir bahwa ternyata hasil dari berdagang jauh lebih menjanjikan dari pada jadi karyawan yang gajinya sedikit dan sulit naiknya. Akhirnya ia mengambil keputusan keluar dari pekerjaannya dan memilih fokus berjualan aksesoris. Bisnis aksesorisnya lama-kelamaan menjadi besar sampai ia bisa memiliki stand di Mall Graha Cijantung. Karena keuletannya ini ia juga bisa menabung uang dan membeli rumah di Perumahan Pondok Ungu. Di rumah ia juga membuka toko sembako. Saat itu perumahannya masih sangat sepi sehingga tokonya belum ramai pembeli. Tri Sumono tak kehilangan akal. Disebelah rumahnya masih ada tanah kosong, ia gunakan tanah tersebut untuk membuat kos-kosan yang harga sewanya miring. Kos-kosan yang berjumlah 10 buah itu disewa oleh pedagang keliling seperti pedagang bakso dann gorengan. Sasarannya pun tepat, toko sembako miliknya kecipratan rejeki dan menjadi ramai pembeli karena harganya yang miring akhirnya toko tersebut dibuat kulakan oleh pedagang bakso dan gorengan. Melihat ada toko sembako yang ramai, warga diluar komplek pun juga ikut berdatangan membeli di tokonya Pak Tri. Melebarkan Sayap Tri Sumono terus mengembangkan impiannya, ia tak mau berhenti di satu lini usaha saja, pemikrannya adalah dengan memiliki banyak usaha maka jauh lebih baik dan lebih stabil pemasukannya dibanding sedikit usaha. Ia kemudian menangkap peluang membuat nata de coco. Dari info yang diperolehnya, nata de coco adalah sari kelapa yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylium. Ia kemudian membeli bakteri ini di LIPI Bogor. Kemudian hasil produksinya itu dipasarkan ke beberapa perusahaan minuman kemasan di JaBoDeTaBek. Awalnya banyak yang membeli nata de coco darinya namun lama kelamaan orderan menjadi sepi karena ternyata kualitas sari kelapanya menurun, bahkan ia akhirnya menghentikan proses produksinya. Ia memutar otak untuk mencari tahu cara membuat sari kelapa atau nata de coco yang baik. Ia pun nekad menemui salah satu dosen IPB dan mengatakan kalau ia ingin belajar membuat nata de coco yang baik, ia juga menyatakan bersedia membayar berapapun demi memperoleh ilmu itu. Mulanya si dosen memandang sebelah mata mungkin dalam hatinya berkata tak mungkin orang seperti Tri Sumono yang hanya lulusan SMA bisa mencerna keterangan darinya. Namun Pak Tri tetap bersih keras ingin belajar darinya dan Pak Tri pun menang. Dosen itu mempersilahkan Pak Tri untuk belajar dua bulan membuat nata de coco yang berkualitas. Setelah ilmunya dirasa cukup, Pak Tri pun mulai memproduksi lagi dan menawarkan nata de coco hasil produksinya ke beberapa perusahaan. Hasilnya sangat memuaskan. Banyak perusahaan minuman yang membeli sari kelapa darinya. Ia langsung memproduksi nampan sekaligus dengan nilai 70 juta rupiah. Saat ini kondisinya terbalik, banyak perusahaan yang antri membeli sari kelapa dari Tri Sumarmo. Dalam satu bulan, omset usahanya bisa mencapai 500 juta sampai satu miliar. Benar-benar keajaiban itu ada. Seorang tukang sapu lulusan SMA telah menjelma menjadi miliarder jika memiliki impian dan terus berusaha mengejar impian itu. Usaha Tri terus berdiversivikasi ke perkebunan jahe dan pertanian padi serta jual beli properti. Sekali lagi pepatah yang menagtakan “Sukses itu hak setiap orang” telah terbukti di hidup Tri Sumono, pemilik CV 3 Jaya. Untuk orang yang sukses karena bekerja dan wirausaha itu sedikit ada perbandingan perbedaan kita ambil dari yang pertama untuk wirausaha 1. PUSPA WARDOYO dan SUKYATNO. Dimana kedua sosok wirausaha dalam bidang makanan/minuman tersebut sama sama membangun bisnis franchise yang memiliki karakter percaya diri , keduanya sama sama percaya mulai dari awal membangun bisnis sampai mereka sukses sampai saat ini . untuk menjadi wirausaha keduanya pernah mengalami kegagalan dan mereka tetap berusaha dan percaya diri untuk terus melanjutkan usaha yang mereka geluti karena sosok wirausahawan harus memiliki karakter berani mengambil resiko, dengan pengalaman pernah mengalami kegagalan mereka berfikir untuk menjadikan sesuatu usaha tersebut lebih baik lagi dari sebelumnya semisal memberikan kualitas makanan/minuman yang lebih menarik ,karena dari ide ide kreatif yang mereka ciptakan dan mereka terinspirasi dari sosok orang terdekatnya usaha yang mereka jalani akan memiliki kualitas yang terbaik sehingga mampu menarik perhatian konsumen . untuk menjadi sosok wirausaha mereka harus nekat dan berani Untuk orang sukses karena bekerja 2. DAHLAN ISKAN DAN ANOM Kedua orang sukses karena bekerja tersebut memiliki perjuangan yang sangatlah menantang , awal mula mereka menjadi sukses yakni dimana mereka awalnya hanya seorang yang bekerja biasa seperti sosok Dahlan Iskan yang menjadi reporter sebuah surat kabar kecil dan ANOM yang menjadi tukang cuci mobil . mereka memiliki karakter yang sangat tinggi yaitu bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan menjadi lebih baik , mereka memiliki suatu kemampuan yang bisa merubah segalanya mulai dari menjadi pekerja yang biasa sehingga menjadi sosok orang sukses . walaupun keduanya hanya menyandang predikat pendidikan yang kurang tapi mereka mampu menjadi orang yang patut untuk di inspirasikan dengan tekad , juang , percaya diri ,berkerja keras , pantang menyerah . Begitulah perbandingan karakter dari orang orang sukses karena bekerja dan wirausaha. Untuk orang sukses bekerja mereka merintis kesuksesan dari mereka bekerja biasa dan menjadi pekerja yang hebat karena karakter yang mereka miliki yakni tekad dan kerja keras dan berorientasi ke masa depan yang lebih baik, dan untuk orang sukses karena wirausaha mereka memiliki karakter percaya diri , ide ide kreatif sehingga mampu membuat usaha mereka terlihat lebih menarik dan yang paling terpenting dalam berwirausaha yakni berani mengambil resiko DESKRIPSIKAN KARAKTER YANG DIMILIKI ORANG ORANG TERSEBUT YANG INGIN ANDA MILIKI 1. Percaya diri Dimana karakter tersebut mampu merubah segalanya dan mendorong kita untuk maju . dengan sikap percaya diri kita ,menjadikan sesuatu hal tersebut seperti hal yang biasa saja dan dapat mampu melawan rasa takut dan resiko yang ada. Walaupun kita sebagai manusia pastinya memiliki kelemahan dan kelebihan dengan adanya sikap percaya diri kita mampu mencapai hasil yang kita inginkan 2. Berani mengambil resiko Karakter tersebut juga mendorong kita untuk lebih maju dan bangkit . karena dalam melakukan suatu hal , pasti diselingi oleh hal hal yang dapat menjatuhkan kita , dan kita harus bisa menerima apa yang akan menimpa kita pada saat itu dan siap menanggung risiko atas segala tindakan yang ingin saya lakukan 3. Tekad dan kerja keras Karakter tersebut membantu kita untuk melakukan sesuatu hal dengan penuh tekad dan kerja keras yang ada . karena untuk mencapai sesuatu hal yang diinginkan kita harus berfikir tekad dan melakukan sesuatu hal tersebut dengan kerja keras sesuai kemampuan yang kita miliki karena dengan kita bekerja keras kita akan menuai hasil yang sama . 4. Kreatif Dengan kita memiliki karakter kreatif , usaha yang kita inginkan akan berjalan dengan baik. Karena kreatif sendiri memiliki pengertian mampu menciptakan hal hal atau ide ide yang baru sehingga dapat menarik 5. Berorientasi ke masa depan Karakter tersebut memiliki cara pandang dimana kita harus berfikir bagaimana kedepanya kita dan apa yang harus kita fikirkan untuk kedepannya agar mampu menjadikan hal baru uang lebih baik. KARAKTER WIRAUSAHA YANG INGIN SAYA MILIKI 1. Percaya diri karena dengan memiliki rasa percaya diri saya yakin semua rencana akan berjalan dengan baik 2. Kepemimpinan jiwa pemimpin sangat dibutuhkan dalam berwirausaha , karena disitu kita memiliki peluang untuk mencapai suatu tujuan 3. Berani mengambil resiko karena suatu bisnis atau wirausaha kita harus berani mengambil suatu resiko apa yang akan terjadi pada bisnis yang kita jalankan . dan dengan adanya sutau resiko seperti itu , yang diharapkan bukan untuk menyerah namun berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya 4. Orisinil 5. Jujur ; dalam berwirausaha karakter jujur sangatlah diperlukan untuk membangun kepercayaan konsumen 6. Kreatif menciptakan hal hal baru untuk menarik peminat 7 Tekad, Kerja keras, Berorientasi ke masa depan, Tekun REFERENSI Prambudi,Didik Nazaruddin. 5 April 2013. Wirausahawan sukses indonesia Safira. 10 Juni 2013. Profil tokoh pengusaha sukses Anonim . beberapa contoh profil pengusaha sukses
SUKSES KARENA WIRAUSAHA Jaakob Oetam Dr HC Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun, adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA Seminari di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana Cipanas, Jawa Barat dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta. Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta. Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader’s Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas. Pendidikan SD, Yogyakarta 1945 SMA Seminari, Yogyakarta 1951 Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta 1956 Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta 1959 Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada 1961 Pengalaman Bekerja Guru SMP Mardijuwana, Cipanas 1952-1953 Guru Sekolah Guru Bantu SGB, Bogor 1953-1954 Guru SMP Van Lith, Jakarta 1954-1956 Redaktur Mingguan Penabur 1956-1963 Ketua Editor majalah bulanan Intisari Ketua Editor harian Kompas Pemimpin Umum/Redaksi Kompas Presiden Direktur Kompas Gramedia Presiden Komisaris Kompas Gramedia Karya Tulis Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin skripsi di Fisipol UGM tahun 1962 Dunia Usaha dan Etika Bisnis Penerbit Buku Kompas, 2001 Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan Penerbit Buku Kompas, 2002. Bersyukur dan Menggugat Diri Penerbit Buku Kompas, 2009 Keanggotaan Organisasi Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia PWI Anggota DPR Utusan Golongan Pers Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia Anggota Dewan Penasihat PWI Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux FIEJ Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar. Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau. Sukanto Tanoto Sukanto Tanoto lahir dengan nama Tan Kang Hoo di Belawan, Medan, 25 Desember 1949; umur 62 tahun adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Ia adalah CEO Raja Garuda Mas, sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dengan usaha di berbagai bidang, terutamanya kertas dan kelapa sawit. Tanoto dinyatakan sebagai orang terkaya di Indonesia oleh majalah Forbes pada September 2006, namun pada tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki peringkat ke-6 dengan total kekayaan US$ 2,8 miliar Forbes memiliki daftar orang terkaya di seluruh dunia. Dan beberapa orang dari Indonesia mampu masuk ke dalam daftar tersebut termasuk seorang pengusaha yang bernama Sukanto Tanoto. Kesuksesan beliau pun dinilai dari jumlah Dollar Amerika yang sudah beliau hasilkan. Sangat menakjubkan sekali bahwa ada orang Indonesia yang bisa menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Hal ini pasti didukung oleh sumber daya manusia yang sangat baik dari pribadi orang tersebut. Beliau memasuki urutan ke 284 pada tahun 2008 karena memiliki kekayaan sebesar US$ trilyun. Hal ini sungguh pencapaian yang sangat bagus sekali. Usaha yang telah dan masih akan dijalankan oleh Tanoto sanggup membawanya ke kesuksesan yang lebih tinggi lagi. Sukanto Tanoto adalah orang yang telah menghasilkan trilyunan rupiah dalam menjalankan bisnisnya. Pada awalnya, bisnis yang dilakukan oleh beliau adalah menjadi pemasok dari alat-alat dan barang-barang untuk perusahaan negara Pertamina. Pada awalnya mungkin pekerjaan ini bisa dianggap pekerjaan yang kecil. Namun karena kerja kerasnya telah membuat pekerjaan ini dapat diselesaikannya dengan baik. Sukanto dilahirkan di kota Medan pada tanggal 25 Desember 1949 dan sudah memiliki banyak sekali pengalaman dalam bidang bisnis. Setelah menjadi pemasok untuk perusahaan sebesar Pertamina, beliau merambah ke industry perusahaan. Beliau berhasil membawa perusahaannya menjadi salah satu perusahaan pulp dan kertas di Asia yang masuk ke dalam Bursa Efek New York. Hal tersebut adalah satu pencapaian yang sangat luar biasa sekali. Tidak banyak pengusaha yang mampu menembuskan bisnis mereka ke bursa saham di Amerika Serikat tersebut. Perusahaannya menjadi sangat besar dan mulai merentangkan sayapnya untuk merengkuh bisnis-bisnis lainnya yang masih berhubungan dengan bisnis perusahaannya yang sekrang. Kertas, minyak sawit, konstruksi dan energi adalah beberapa hal yang menjadi bisnis dari beliau pada saat sekarang ini. Pengalaman masa kecil Sukanto Tanoto yang sangat keras ternyata telah memberikan pelajaran yang sungguh luar biasa dan berpengaruh sangat serius kepada keberhasilannya memimpin beberapa perusahaan miliknya. Kehidupan masa kecil yang diskriminatif terhadap ras yang mengalir ditubuhnya membuatnya bertahan untuk mendapatkan haknya. Perjalanannya sebagai seorang pebisnis pun tidak langsung berada di garis yang paling atas. Beliau memulai semuanya dari karir yang rendah. Namun secara dramatis, beliau mampu bertahan dan bahkan mengambil keuntungan dari krisis yang terjadi di Indonesia. Profil Sukanto Tanoto sangat baik sekali untuk di baca karena akan memberikan inspirasi yang sangat baik untuk perkembangan diri pribadi. Kerja keras yang dilakukan oleh beliau pun mampu membuatnya menjadi salah seorang yang terkaya di dunia. Semua keringat yang dikeluarkan pasti mampu membuat kerja keras beliau menjadi keuntungan yang sangat besar yang terlihat disekitar beliau. sumber Pria yang hobi mendengarkan musik klasik ini terus berekspansi ke dunia bisnis. Tidak hanya dalam negeri, di luar negeri Sukanto ikut memiliki perkebunan kelapa sawit Nasional Development Corporation Guthrie di Mindanao, Filiphina. Keinginan untuk memajukan bisnis nasional semakin menjadi. Obsesi yang ingin menjadi salah satu pengusaha Indonesia agar mampu bersaing di arena global tampak jelas dari pandangan bsinis Indonesia. Buktinya Juli 2006, Sukanto menduduki orang terkaya nomor wahid di Indonesia. Jauh dibanding tahun sebelumnya. Eka Tjipta Widjaja Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Beliau lahir di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober 1923 dan beliau merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit. Pendidikan Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, maupun gelar-gelar yang lain yang disandang para mahasiswa ketika mereka berhasil menamatkan studi. Namun beliau hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal ini dikarenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Ia harus merelakan pendidikannya demi untuk membantu orang tua dalam menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Saat baru pindah ke Makassar, Eka Tjipta Widjaja memang mempunyai hutang kepada seorang rentenir dan setiap bulan dia harus mencicil hutangnya tersebut. Keluarga Eka Tjipta Widjaja mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya dalam hal bisnis dan kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Melfie Pirieh Widjaja dan mempunyai 7 orang anak. Anak-anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja. Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai orang yang banyak mempunyai istri atau poligami. Bisnis Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur 15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia jajakan secara eceran dan hal tersebut bisa mendapatkan untung yang lumayan. Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu karena Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya yaitu menjadi seorang entrepreneur seperti masa mudanya dulu. Ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak tanggung-tanggung, beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit. Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah. Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy, dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan. SUKSES KARENA BEKERJA  Dr. Hamdan Zoelva, Dr. Hamdan Zoelva, lahir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni1962; umur 52 tahun adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015, menggantikan Akil Mochtar yang di berhentikan karena terlibat kasus suap sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten. Ia juga pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di Partai Bulan Bintang. Hamdan Zoelva lahir dari pasangan TG. KH. Muhammad Hasan, BA, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin di Bima, dan Hj. Siti Zaenab. Hamdan menghabiskan masa kecil di Desa Parado, sekitar 50 kilometer dari Kota Bima. Ia dibesarkan dalam tradisi keluarga santri dan disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Menginjak kelas 4, ia dipindahkan ke Sekolah Dasar Negeri No. 4 Salama Nae Bima pada 1974, sambil menjalani pendidikan agama di Madrasah Diniyah. Setelah lulus SD, ia melanjutkannya ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Padolo Bima pada 1977, dan menamatkan pendidikan tingkat atasnya di Madrasah Aliyah Negeri Saleko Bima pada tahun 1981. Gelar Sarjana Hukumnya ia dapatkan dari Universitas Hasanuddin, Makassar, di mana ia mengambil jurusan Hukum Internasional. Saat menjalani kuliah di Universitas Hassanuddin, ayahnya meminta Hamdan untuk mengambil pendidikan tinggi di bindang agama untuk melanjutkan tradisi keluarganya yang berlatar belakang pesantren. Karena itu, Hamdan memutuskan untuk mendaftar ke Fakultas Syari’ah IAIN Alaudin, Makassar 1981-1984. Semasa mahasiswa, Hamdan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam HMI. Di organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi HMI Indonesia Timur. Karena kegiatannya mengurus organisasi, ia memilih untuk melepas pendidikannya di IAIN Alaudin meski sudah berkuliah selama tiga tahun dan hampir mendapatkan gelar Sarjana Muda. Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta 1998-2001, yang juga tidak diselesaikan. Pada tahun 2004, ia berhasil mendapatkan gelar Magister Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan meraih gelar doktor S3 di bidang Ilmu Hukum Tata Negara dari universitas yang sama pada tahun 2010, dengan disertasi berjudul “Pemakzulan Presiden di Indonesia.”Hamdan memulai kariernya ketika dengan menjadi asisten dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin serta Fakultas Syariah IAIN Makassar 1986-1987. Ia sempat melamar menjadi dosen, namun ditolak. Atas saran dosen pembimbingnya, ia merantau ke Jakarta dan bekerja selama tiga tahun sebagai Asisten Pengacara & Konsultan Hukum pada Law Office OC. Kaligis & Associates Jakarta, yang secara khusus menangani bidang Non Litigasi, pembuatan kontrak & perjanjian – perjanjian dagang, investasi PMA, perburuhan, negosiasi dan lain-lain sebelum akhirnya mendirikan kantor hukum sendiri, SPJH&J Law Firm. Pada tahun 1989, diangkat dan dilantik sebagai pengacara dalam lingkungan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di tahun 1997, Hamdan memutuskan untuk memisahkan diri dan membangun kantor advokat Hamdan, Sujana, Januardi, dan Partner HSJ&P hingga dibubarkan tahun 2004. MARIO TEGUH Mario Teguh merupakan seorang motivator yang sangat terkenal di Indonesia. Nama asli dari Mario Teguh adalah Sis Maryono Teguh. Dia lebih kenal dengan nama Mario Teguh. Keahliannya dalam merangkai kata-kata bijak membuat daya tarik tersendiri bagi pria kelahiran Makassar ini. Mario Teguh lahir pada tanggal 5 Maret 1986. Beliau belajar di IKIP Malang untuk program S1 dengan mengambil konsentrasi dalam bidang pendidikan. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Siti Maria dan seorang ayah yang bernama Gozali Teguh. Di awal karirnya setelah menyelesaikan kuliahnya, Mario Teguh mengawalinya karirnya bukan menjadi seorang entertainment melainkan menjadi seorang professional di City Bank. Sekaligus beliau menjadi Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab. Pendidikan tidak hanya dilakukan di IKIP Malang akan tetapi media juga belajar di perguruan tinggi yang terdapat diluar negeri yaitu Sophia University yang terdapat di Tokyo. Konsentrasi yang diambil yaitu bidang International Bussines. Ternyata Mario Teguh juga bersekolah di New Trier West High Di Chicago. Pengalaman yang dimiliki memang sangatlah luas. Jadi tak heran jika dia mampu menjadi seorang yang handal saat ini. Mario Teguh menjadi salah satu pengisi acara yang berada di salah satu stasiun TV. Acara yang dibawakannya juga merupakan acara yang dapat memotivasi serta menginspirasi para penonton yang menyaksikannya. Acara yang dipandunya yaitu Golden Ways. Acara tersebutlah yang membawakan dirinya menjadi sangat dikenal oleh public. Cara pembawaannya yang berwibawa namun tetap santai menjadi ciri khasnya ketika membawakan acara ini. Kepopulerannya tidak lepas dari berbagai kata kata bijak yang dikeluarkannya yang membuat orang takjub mendengarnya. Mario Teguh mendapatkan berbagai penghargaan yang diraihnya antara lain beliau mendapatkan penghargaan dari MURI pada tahun 2003 karena telah mengadakan sebuah seminar yang memberikan door prize sebuah mobil. Ini merupakan door prize pertama terbesar di Indonesia dalam sebuah seminar. Selain itu pada tahun 2010, Mario Teguh mendapatkan penghargaan dari surat kabar Republika sebagai tokoh perubahan pada tahun 2009. Mario Teguh membuat beberapa buku yang laris dipasaran antara lain buku yang berjudul Becoming a Star, One Million Second Chances, Life Changer dan Leadership Golden Ways. PENGALAMAN KARIR MARIO TEGUH BIMC sebagai Head of Manager, Zamre Ab. Wahab Citibank Indonesia 1983–1986 sebagai Head of Sales BSB Bank 1986–1989 sebagai Manager Business Development Aspac Bank 1990–1994 sebagai Vice President Marketing & Organization Development Exnal Corp Jakarta 1994–sekarang sebagai CEO dan Senior Consultant Spesialisasi Business Effectiveness Consultan PENDIDIKAN MARIO TEGUH Jurusan Arsitektur New Trier West High setingkat SMA di Chicago, Amerika Serikat, 1975. Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang S-1. Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang. Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 MBA. BUKU MARIO TEGUH Becoming a Star 2006 One Million Second Chances 2006 Life Changer 2009 Leadership Golden Ways 2009 PENGHARGAAN MARIO TEGUH 2010 Satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika. 2010 Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia. 2003 Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia RAFFI AHMAD Raffi Ahmad merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Alm. Munawar Ahmad dan Amy Qanita. Aktor tampan bernama lengkap Raffi Faridz Ahmad ini lahir di Bandung, 17 Februari 1987. Selain sebagai aktor, Raffi juga dikenal di dunia hiburan Indonesia sebagai penyanyi dan presenter. Karir Raffi dimulai sejak ia berusia 15 tahun. Ketika itu ia menjadi seorang tokoh pembantu di sinetron “Tunjuk Satu Bintang” 2002. Setelah sinetron tersebut, Raffi terus muncul di berbagai judul sinetron dan FTV di layar kaca. Sinetron yang pernah di bintanginya antara lain “Senandung Masa Puber” 2003, “Olivia” 2006 dan “Tarzan Cilik” 2009. Sedangkan di dunia FTV, Raffi dikenal dengan membintangi “7 Hari 7 Kekasih” 2011 dan “14 Hari Anak Band Atau Guru” 2011. Sinetron yang disebut-sebut menjiplak jalan cerita film “She’s The Man”, “Olivia”2006, bisa dibilang sebagai awal kesuksesan karir Raffi. Pria yang memiliki sebuah mobil mewah seharga miliaran rupiah tersebut terlihat lebih sering membintangi sinetron yang berepisode panjang sebagai pemain utama setelah sukses dengan perannya dalam sinetron “Olivia”. Selain di sinetron, Raffi juga mencoba kemampuannya untuk berakting di layar lebar. “Me vs High Heels” 2005 merupakan film pertama yang dibintanginya. Raffi yang dinilai masih baru di kancah seni peran hanya mendapat peran kecil dalam film tersebut. Peran sebagai tokoh utama akhirnya didapatkan Raffi di film “Love Is Cinta” 2007. Kemampuan Raffi dalam berakting dihadiahi penghargaan “Aktor Terfavorit” di “Indonesia Kids’ Choice Award 2009”. Pria yang dulunya sering bergonta-ganti pacar ini terpilih sebagai salah satu personil grup vokal Bukan Bintang Biasa BBB di bawah bimbingan Melly Goeslaw. Grup yang dibentuk pada 2006 ini mempertemukan Raffi dengan keempat artis remaja lainnya, yaitu Dimas Beck, Laudya Cynthia Bella, Chelsea Olivia dan Ayushita. Bersama grup ini, Raffi telah merilis beberapa single yaitu “Let’s Dance Together” 2006, “Bukan Bintang Biasa” 2007, “Jangan Bilang Tidak” 2007 dan “Johan Jodoh di Tangan Tuhan “2009”. Lewat grup ini lahir pula sebuah film berjudul “Bukan Bintang Biasa The Movie” 2007 yang menjadikan mereka berlima sebagai pemeran utama. Film ini meraih penghargaan “Best Soundtrack” di ajang penghargaan “Bali International Film Festival 2007”. Raffi mencoba peruntungannya di dunia MC. Ia mulai menjadi presenter pada tahun 2008. Raffi menjadi presenter acara musik “Dahsyat” bersama Olga Syahputra dan Luna Maya. Selain itu, Raffi juga sempat mempresenteri acara “Pesbukers” 2011 dan “OMG” 2010. Di luar kesibukan akting, bernyanyi dan menjadi presenter, Raffi sempat memiliki hubungan asmara dengan beberapa aktris Indonesia antara lain Laudya Cynthia Bella, Bunga Zaenal, Tyas Mirasih dan Velove Vexia. Namun jalinan asmara paling lama Raffi adalah bersama Yuni Shara. Meski menuai pro dan kontra karena usia yang terpaut 15 tahun, hubungan mereka berjalan hingga 3 tahun. Meski sering diisukan segera menikah, hal tersebut tidak membuat cinta Raffi dan Yuni bertahan. Mereka putus di akhir 2012. Menurut keterangan adik Yuni Shara, Krisdayanti, keputusan tersebut diambil setelah seringnya terjadi percekcokan diantara keduanya. Nama Raffi menjadi pemberitaan ketika tersangkut kasus narkoba. 23 Januari 2013, ia beserta 16 temannya diciduk Badan Narkotika Nasional BNN di rumahnya di daerah Jalan Gunung Balong I No 16 I, Cilandak, Jakarta Selatan. Sejumlah artis seperti Irwansyah, Wanda Hamidah serta Zaskia Sungkar juga sempat pula diperiksa oleh BNN sebelum akhirnya dibebaskan. Sementara itu, proses peradilan alot mengiringi kasus Raffi. Pasalnya, Raffi memang terbukti mengkonsumsi obat menggunakan zat methylone M1. Namun Raffi tidak dapat dinyatakan bersalah karena zat tersebut tidak termasuk dalam obat-obatan terlarang yang tercantum di UU Narkotika Republik Indonesia. Raffi pun sempat ditahan di rutan BNN sebelum kemudian menjalani rehabilitasi di Lido selama tiga bulan. Meski kasus tersebut sedang diproses di Kejaksaan Agung, artis yang belakangan diisukan dekat dengan penyanyi Mikha Tambayong ini bebas menjalani aktifitas keartisannya. Menurut saya dari enam orang tersebut diatas memiliki karakter yang berbeda beda, dari keenam orang tersebut memiliki kesamaan karakter yaitu pekerja keras, tekun, dan disiplin. Dari keenam orang tersebut saya ingin menjadi seperti raffi ahmad, dia memiliki sifat bekerja keras, tanggung jawab, dan cinta keluarga. Walaupun di masa mudanya dia suka gonti ganti pacar tapi tetap dia bias bertanggung jawab terhadab ibu dan kedua adiknya. Maka dari itu saya ingin sekali seperti dia walaupun istilah kata orang bandel tapi tetap keluarga yang harus di nomor satukan.
profil orang sukses karena bekerja