BeroperasinyaPLTM yang terletak di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Commercial Operating Date (COD) pada 6 Juli 2022. "Saat ini persentase EBT dalam sistem kelistrikan PLN di Sulawesi bagian selatan adalah 38,8 persen di atas target rata-rata
Daftarkode pos di Kota Makassar, PropinsiSulawesi Selatan. Kode Pos Makassar Temukan Nomor Kode Pos Dari Seluruh Lokasi Di Indonesia. Cari. Home › Daftar Kode Pos › Sulawesi Selatan › Desa Kode Pos; Sulawesi Selatan: Makassar: Biring Kanaya: Buluroken (Bulurokeng) 90243: Sulawesi Selatan: Makassar: Biring Kanaya: Daya: 90241
PerkembanganIndeks Harga Konsumen/Inflasi Gabungan 5 Kota di Sulawesi Selatan Desember 2021. Perkembangan Ekspor dan Impor Sulawesi Selatan, November 2021. Pola Distribusi Perdagangan Komoditas Strategis Sulawesi Selatan Tahun 2020. 31 Desember 2021. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021 Master File Desa; SPK
ResmiBeroperasi di Sulawesi Selatan, PLTS Hybrid Terbesar. PT PLN resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid dengan kapasitas 1,3 mega wattpeak (MWp) yang terletak di Desa Parak Kecamatan Bontomanai Kabupaten Selayar. PLTS Hybrid milik PLN tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,46 hektare (Ha) dengan total investasi
Seratusan warga masyarakat yang tergabung dalam Relawan Desa untuk Ganjar (Des Ganjar) Sulawesi Selatan menyatakan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilihan Umum 2024.
ABDASIS,2021 Analisis Kinerja Badan Usaha Milik Desa dalam Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Muslim Salam, Ahmad Ramadan Siregar, Rahmadanih) BUMDES sebagai lembaga ekonomi desa memiliki kontribusi sebagai penyedia pelayanan sosial. Sementara fungsi sebagai lembaga komersial memiliki arti bahwa BUMDES bertujuan untuk mencari
.
Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi SelatanAndi Sudirman Sulaiman merupakan Gubernur sulawesi Selatan Connect Dr. H ASLAM PATONANGI PLT Sekda Provinsi Sulawesi Selatan Aslam Patonangi merupakan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Connect
MINSEL - Program Jumat Bacerita Polres Minahasa Selatan terus dilakukan secara rutin. Kali ini program tersebut dilakukan di Desa Boyong Pante, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara, Jumat 9/6/2023. Agenda rutin ini dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Minsel, AKP Yusak Parinding; Kapolsek Sinonsayang, Ipda Yusuf Kambey; serta tokoh masyarakat Kelurahan Desa Boyong Pante. "Jumat Bacerita untuk mendengarkan secara langsung aspirasi warga, informasi, saran, keluhan, bahkan kritik kaitan dengan situasi kamtibmas serta pelayanan kepolisian," ujar AKP Yusak Parinding. Terpantau Jumat Bacerita ini berlangsung dengan diskusi terbuka, bertukar informasi pihak kepolisian dengan tokoh masyarakat. "Informasi, saran, kritik masyarakat ini menjadi bahan evaluasi kami dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan serta menentukan langkah strategis terkait dengan upaya pemeliharaan stabilitas kamtibmas khususnya di wilayah hukum Polres Minsel," tutup AKP Yusak Parinding. Polres Bolmong Gelar Jumat Curhat di Desa Mongkoinit Barat Lolak Polres Bolaang Mongondow Bolmong menggelar Jumat curhat di desa Mongkoinit Barat, Kecamatan Lolak, Sulawesi Utara, Jumat 09/06/2023. Jumat curhat Polres Bolmong dan masyarakat dilaksanakan di kantor desa Mongkoinit Barat sekira pukul Wita. Wakapolres Bolmong Kompol Melky J Lapian hadir sebagai narasumber pertemuan ini mewakili Kapolres. Baca juga Kecelakaan Maut Hari Ini, Seorang Pedagang Tewas, Sopir Truk Tabrak Belakang Gerobak Sepeda Korban Baca juga Chord Gitar Waktu yang Tepat untuk Berpisah - Sheila On 7, Kunci Lagu G Melky dalam sambutannya menjelaskan bahwa Jumat curhat sudah menjadi agenda rutin seluruh jajaran kepolisian yang ada di Indonesia. "Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan sinergi antara masyarakat dan Polri, " ucapnya. Disamping itu, Melky menambahkan bahwa dengan kegiatan ini personil dan anggota Polres Bolmong akan sangat memahami situasi dan kondisi di lapangan terutama menyangkut keamanan. "Dengan begini angka kriminalitas bisa ditekan dan tidak ada ruang untuk kejahatan terjadi terutama di wilayah hukum Polres Bolmong, " ucapnya.
Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Provinsi Sulawesi Selatan terdiri dari 21 kabupaten, 3 kota madya, 307 kecamatan, 792 kelurahan dan desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai jiwa dengan total luas wilayah km².[1][2] No. Kode Kemendagri Kabupaten/Kota Luas Wilayah km2 Penduduk jiwa 2017 KecamatanKelurahanDesa 1 Kab. Bantaeng 395,83 8 21 46 2 Kab. Barru 7 15 40 3 Kab. Bone 27 44 328 4 Kab. Bulukumba 10 27 109 5 Kab. Enrekang 12 17 112 6 Kab. Gowa 18 46 121 7 Kab. Jeneponto 706,52 11 31 82 8 Kab. Kepulauan Selayar 11 7 81 9 Kab. Luwu 22 20 207 10 Kab. Luwu Timur 11 3 124 11 Kab. Luwu Utara 12 7 166 12 Kab. Maros 14 23 80 13 Kab. Pangkajene dan Kepulauan 13 38 65 14 Kab. Pinrang 12 39 69 15 Kab. Sidenreng Rappang 11 38 68 16 Kab. Sinjai 798,96 9 13 67 17 Kab. Soppeng 8 21 49 18 Kab. Takalar 566,61 9 24 76 19 Kab. Tana Toraja 19 47 112 20 Kab. Toraja Utara 21 40 111 21 Kab. Wajo 14 48 142 22 Kota Makassar 199,26 15 153 - 23 Kota Palopo 252,99 9 48 - 24 Kota Parepare 99,33 4 22 - TOTAL 307 792 2255 Peta Lokasi Provinsi Sulawesi Selatan di Indonesia
Empat Desa Wisata di Sulsel Lolos 50 Besar ADWI 2022 Kemenparekraf Makassar, - Empat Desa Wisata di Provinsi Sulawesi Selatan memasuki tahapan 50 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia ADWI 2022 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Sebanyak 50 desa wisata yang tersebar pada 34 provinsi dinyatakan sebagai desa wisata terbaik. Hasil ini setelah melalui serangkaian kurasi Tim Juri ADWI 2022. Untuk Provinsi Sulsel, empat desa wisata yang lolos dalam 50 besar yaitu, Desa Wisata Barania di Kabupaten Sinjai, Desa Wisata Matano Iniaku di Kabupaten Luwu Timur Lutim, Desa Wisata Campaga di Kabupaten Bantaeng dan Desa Wisata Kambo di Kota Palopo. Empat desa wisata itu mengungguli 334 desa wisata di Sulsel yang telah terdaftar dan terverifikasi via website Jejaring Desa Wisata Jadesta, untuk ikut bersaing di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 ADWI 2022. Sebelumnya, dari total 338 desa wisata itu, 31 diantaranya masuk 500 Besar. Dari hasil penilaian, mengerucut menjadi 18 desa pada tahapan 300 Besar. Kemudian berkurang lagi jumlahnya menjadi 6 desa wisata di tahapan 100 Besar ADWI 2022. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pun menyambut baik kabar ini. “Alhamdulillah, ini kabar baik, ada 4 Desa Wisata di Sulsel yang lolos ke 50 besar ADWI 2022. Sulawesi Selatan dikaruniai dengan beragam kearifan lokal, salah satunya dari sektor pariwisata. Kita harap ini akan menjadi wujud upaya pemulihan sektor perekonomian dan sektor pariwisata,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Disbudpar Sulsel Muhammad Jufri menyebut, prestasi ini sebuah kebanggaan tersendiri karena Sulsel terwakilkan oleh 4 desa wisata. “Mulai 500 Besar sampai 300 Besar, Sulsel sama-sama melaju dengan Jatim. Di babakan 100 Besar muncul juga Jateng di samping Jatim dan Sulsel di posisi teratas. Lalu di 50 Besar ini jumlahnya juga sama dengan Jatim, 4 desa wisata," jelas Jufri. Keempat desa ini mampu mengharumkan nama Sulsel di kancah nasional. Melalui ajang ini pula, desa wisata dimaksud dapat memberi andil terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Masyarakat terberdayakan untuk mengembangkan potensi kepariwisataan. Terutama bagi Pelaku UMKM dengan menyiapkan produk-produk lokal sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan. "Desa wisata ini bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan aksesibilitas. Nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga, menjadi nilai jual bagi wisatawan," pungkasnya. *
Danau Matano, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto instagram/exploreluwutimur Makassar, IDN Times - Empat desa wisata di Sulawesi Selatan masuk daftar 50 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia ADWI 2022 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi desa wisata tersebut, masing-masing Desa Wisata Barania di Kabupaten Sinjai, Desa Wisata Matano Iniaku di Kabupaten Luwu Timur, Desa Wisata Campaga di Kabupaten Bantaeng, dan Desa Wisata Kambo di Kota 2022 diikuti desa wisata yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Daftar 50 besar diputuskan lewat serangkaian kurasi tim apa empat desa wisata di Sulsel yang masuk daftar 50 besar? Yuk simak uraian singkatnya, dikutip dari laman Jaringan Desa Wisata Jadesta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berikut ini! Baca Juga Empat Desa Wisata Sulsel Masuk Daftar 50 Besar Nasional 1. Desa Barania, SinjaiAir Terjun Barania Desa Barania terletak sekitar delapan kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Dari Makassar, jaraknya sekitar 198 menawarkan paket live in atau hidup dan tinggal bersama warga setempat. Mereka yang memilih piknik dengan cara ini akan merasakan pengalaman hidup dalam suasana pedesaan sebagai salah satu tren piknik masa pengalaman hidup berarti wisatawan akan menikmati kebiasaan hidup warga, kenikmatan kuliner desa, budaya desa belajar seni budaya hingga menikmati panorama dan wisata alam yang terdiri dari kampoeng galung, air terjun barania, taman agrowisata pattiroang dan camping di katinroang bissua camp .Tamu wisatawan tinggal di rumah warga. Kalau yang punya rumah hidup membuat gula aren, tamu juga ikut bikin gula aren. Kalau mencari rumput, ikut cari rumput. Kalau Bertani, ikut bertani. Sebagian rumah warga pun menjadi homestay yang bisa ditempati tamu selama berada di Desa Matano Iniaku, Luwu Desa Matano adalah desa yang terletak di Kecamatan Nuha, dengan waktu tempuh +60 menit perjalanan darat dari ibukota Kabupaten Luwu Timur, ditambah 60 menit perjalanan air menyeberangi Danau Matano dengan menggunakan perahu. Penduduknya sebanyak jiwa, mayoritas berprofesi sebagai petani, dan dalam keseharian masih menggunakan bahasa yang terdiri atas empat dusun ini Matano, Landangi, Kayu Tanduk, dan Bone Pute, sangat potensial untuk dikembangkan dan dapat menunjang Kabupaten Luwu Timur dari sektor pariwisata. Karena memiliki bentang alam yang khas, keunikan budaya, peninggalan arkeologi sebagai bukti sejarah bahwa Matano bukan hanya mengembangkan tradisi akan tetapi juga telah menciptakan peradaban pandai besi sejak yang tidak kalah luar biasanya adalah karena desa ini berada di tepian Danau Matano, danau tektonik purba terdalam di Asia Tenggara + 600m dan terdalam ke 8 di bawah nahkoda Jumahir sebagai kepala desa, Kampung Pandai Besi yang memiliki banyak objek wisata menarik ini, kini tengah mempersiapkan dirinya sebagai geowisata di Indonesia, khususnya wisata minat Desa Campaga, BantaengKampung wisata Campaga adalah salah satu kampung yang terletak di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Kampung wisata ini terletak sekitar 15 km dari area perkotaan, dan bisa di tempuh menggunakan kendaraan transportasi darat sekitar 20 menit dari pusat ini memiliki daya tarik dan banyak dikunjungi oleh orang-orang luar. Kampung wisata ini memiliki beberapa destinasi alam yang banyak menarik pengunjung seperti kawasan Hutan lindung, Air terjun, Wisata buatan kolam renang dan beberapa destinasi Desa Kambo, PalopoDesa wisata Kambo di Kota Palopo, Sulsel. Dok. Jadesta KemenparekrafKambo adalah titik paling indah untuk memandang Kota Palopo. Di tempat ini, Kota Palopo mendapat dua perspektif sekaligus. Jika memandang secara “outward”, kita akan menemukan Palopo sebagai sebuah lanskap kota dengan kawasan terbangun yang intens, dinamis dan bercirikan urban. Namun, jika memandang secara “inward”, kita akan menemukan Palopo sebagai sebuah lanskap kampung di atas bukit yang masih permai, adem, dan bercirikan yang menjadikan Kambo berbeda. Kambo dianugerahi banyak spot yang indah. Sebagai kampung, ia adalah habitat atau tempat hidup bagi jiwa warga Kambo. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan lindung, buah-buahan dan produk hutan non kayu lainnya menjadi andalan. Sebagai destinasi wisata, angka kunjungan wisata ke Kambo semakin Kambo, hari-hari warga masih disibukkan dengan aktifitas pertanian, menanam cengkeh, memanen lengkuas, merawat kebun durian, dan menyusur hutan mencari lebah. Meski begitu, dibandingkan dengan budaya bertaninya, Kambo lebih dikenal masyarakat sebagai tempat untuk wisata kuliner di ketinggian dengan latar depan Kota Palopo; tempat camping paling nyaman dan dekat dari pusat kota; serta wahana outbound dan wisata keluarga paling menarik di dataran tinggi Palopo. Baca Juga Lovely December Kembali Masuk Kalender Pariwisata Sulsel
desa di sulawesi selatan